Italia Gagal Masuk Piala Dunia 2018, Grazie Buffon!

Mengawali karir sebagai pemain sepak professional sejak tahun 1995, Buffon menjelma menjadi salah satu kiper legendaris yang selalu dikenang oleh pecinta sepak bola di seluruh dunia. Di usianya yang tak lagi muda ini, dirinya masih menjaga konsistensi penampilan di bawah mistar untuk klubnya saat ini (Juventus FC) dan sebagai kipper nomor 1 timnas Italia. Nama Gianluigi Buffon mulai dikenal dikalangan sepak bola di awal tahun 2000 an, saat itu dirinya masih bermain untuk salah satu klub papan atas Serie-A yakni AC Parma yang saat ini terdegradasi dan harus bermain di kasta ke-3 Liga Italia.

Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk Hijrah ke salah satu klub raksasa Italia yaitu Juventus FC pada tahun 2001 dengan bandrol 51 juta euro pada saat itu. Sejumlah catatan telah diraih oleh pria berusia 39 tahun ini. Saat ini dirinya tercatat sebagai kiper di liga italia dengan catatan clean sheet paling banyak dan tercatat sebagai kiper dengan kebobolan paling sedikit dengan catatan 12 pertandingan beruntun pada musim 2015-2016.

Memasuki awal karirnya di tim senior Parma, Buffon meraih 3 gelar bergengsi diantaranya Coppa Italia, UEFA Supercup dan Supercoppa Italia di tahun 1999. Namun pada tahun 2006 dirinya harus menerima kenyataan yang cukup pahit ketika Juventus harus menerima hukuman untuk turun kasta dan bermain di divisi 2 liga Italia. Dengan adanya kejadian tersebut, nampaknya tidak mengurangi rasa kecintaannya dengan klub berlogo zebra tersebut dan memutuskan untuk tetap bertahan serta sanggup bermain untuk klubnya ketika harus terdegradasi kekasta kedua. Tentu saja ini bukan sebuah perkara yang mudah untuk ukuran pemain sepak bola sekelas Buffon.


Waktu yang dibutuhkan Buffon dan kawan-kawan untuk kembali bermain di kasta tertinggi ternyata tidak lama, hanya buth waktu 1 tahun dirinya berhasil mengantarkan Juventus kembali ke habitat asalnya yaitu divisi utama liga Italia. Sejumlah catatan massive Buffon telah berhasil ia ciptakan, diantaranya 1x sebagai pemain terbaik eropa di tahun 2003, 1x juara piala dunia tahun 2006 serta 8x juara Liga italia Seria-A. Bahkan dirinya juga tercatat sebanyak 4x sebagai kiper terbaik dunia.

Dirinya juga tercatat sebagai salah satu pemegang rekor penampilan terbanyak di Timnas Italia sebanyak 175 penampilan, pencapaian tersebut tidak terlepas dengan konsistensinya di lapangan. Tentu saja ini bukan merupakan sebuah hal yang mudah untuk mengamankan posisinya sebagai palang pintu terakhir Timnas Italia mengingat saat ini mulai bermunculan nama-nama baru yang tentunya mempunyai bakat seperti sang legenda ini dan bisa menjadi ancaman serius bagi dirinya.

Beban berat menanti pria berusia 39 tahun tersebut, saat ini dirnya menjadi mentor dan pemain paling senior yang ada di Timnas Italia. Pada saat kualifikasi piala dunia 2018 dirinya dan kawan-kawan di Timnas italia sedang berjuang memperebutkan 1 tiket melalui babak play off dan harus menghadapi Swedia. Kedua tim ini saling jegal untuk memperebutkan satu tiket tersisa. Pada leg pertama, pertandingan ini dilangsungkan di Friends Arena pada hari Sabtu (11/11) yang berkesudahan dengan skor 1-0 untuk kemenangan Swedia.

Pada leg kedua, Italia bermain dengan hasil akhir 0-0 kontra Swedia pada laga leg kedua playoff Piala Dunia 2018, di Stadion Giuseppe Meazza dan harus mengubur dalam-dalam impian italia untuk lolos ke Russia tahun depan. Dengan hasil akhir ini mengakhiri penampilan Gigi Buffon untuk bermain di Timnas Italia. Ia kemudian mengumumkan pengunduran diri dari arena sepakbola internasional setelah Italia dipastikan gagal mencapai putaran final Piala Dunia 2018.

Kiper legendaris Italia dan Juventus ini sesungguhnya berencana pamit dari timnas usai pagelaran di Rusia tahun depan. Namun apa daya, Italia harus gugur di babak play-off kualifikasi zona Eropa di tangan Swedia. Hasil ini menandai absensi perdana Italia di fase utama PD sejak 1958. Tercatat Buffon sudah bermain sebanyak 5x secara beruntun di ajang Piala Dunia, yakni pada tahun 1998, 2002, 2006, 2010,dan 2014. Pada akhir pertandingan Buffon tak kuasa menahan air mata dan mengucapkan kata-kata terakhirnya sebagai bentuk permintaan maaf karena dirinya gagal membawa Italia ke Russia untuk tampil di ajang piala dunia tahun 2018.


“Bukan untuk saya, tapi untuk pergerakan sepakbola (Italia), karena kami gagal dalam sesuatu yang bisa menjadi sangat penting bagi negara ini. Itulah satu-satunya penyesalan yang saya miliki dan pastinya bukan karena saya menuntaskan karier saya, karena waktu berlalu dan ini saat tepat.” tutur Gigi Buffon. Dengan pensiunnya Buffon dari timnas Italia, akan membuat para pecinta sepak bola pasti akan merindukan aksi-aksi heroiknya di bawah mistar. Grazie, Il Capitan!

0 Response to "Italia Gagal Masuk Piala Dunia 2018, Grazie Buffon!"

Posting Komentar