Ahok Vs Anies Masuk Putaran Kedua, Sikap Kesatria Agus, dan Jupe yang Gagal Memilih

Ahok Vs Anies

Masyarakat DKI Jakarta bisa mengetahui hasil real count Pilkada DKI Jakarta melalui laman Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU di https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/dki_jakarta.

Real count dilakukan dengan menggunakan data formulir C1 hasil pemungutan suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS). KPU DKI Jakarta mulai memindai formulir C1. 

Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, pemindaian dipusatkan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, mulai Rabu (15/2/2017) sore. 

"Jadi, kami lakukan scan C1 yang sertifikat hasil penghitungan suara dan akan ada entri data. KPU DKI sudah siapkan 160 operator untuk melakukan itu dan itu akan ditampilkan di layar perkembangan tiap-tiap TPS," ujar Sumarno di kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu. 

Setelah dipindai, formulir C1 itu akan diunggah ke Situng. Setelah data hasil pemungutan suara diunggah petugas operator, masyarakat bisa mengetahui hasilnya.

Sumarno mengatakan, hasil penghitungan suara melalui Situng diperkirakan selesai dalam waktu dua hari. Meski begitu, hasil real count tersebut bukan merupakan hasil resmi dari KPU DKI. 

"Yang manual yang akan dijadikan data resmi KPU. Jadi, ini akan dilakukan penghitungan secara berjenjang," kata dia. 

Rekapitulasi dimulai di tingkat kecamatan pada 16-22 Februari 2017. Kemudian, rekapitulasi di tingkat kota akan dilakukan pada 22-25 Februari dan rekapitulasi di tingkat provinsi pada 25-27 Februari 2017. 

"KPU DKI akan lakukan penetapan hasil tanggal 4 Maret sambil menunggu apakah ada gugatan terhadap hasil pilkada kita ke Mahkamah Konstitusi," ucap Sumarno.


Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan menerima hasil Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017 berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

"Secara kesatria dan lapang dada saya menerima kekalahan saya," kata Agus di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017) malam.

Seperti diberitakan, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menempatkan Agus dan cawagub pasangannya, Sylviana Murni, di posisi paling bawah dengan persentase paling kecil.

Bagi Agus, Pilkada DKI 2017 adalah sebuah kompetisi. Menurut Agus, dalam setiap kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah.

"Ada suka, ada duka. Itulah realitas kehidupan," kata Agus. (Baca: "Quick Count" Pilkada DKI: AHY 17,37 %, Ahok 42,87 %, Anies 39,76 %)

Agus mengucapkan selamat kepada dua pasangan cagub-cawagub lainnya, yakni Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga yang masuk putaran kedua.

"Tadi saya sudah menelepon langsung Bapak Basuki. Saya juga sudah mencoba menghubungi Bapak Anies, termasuk Bapak Sandi. Tetapi, beliau berdua masih ada kegiatan. Tujuan kami menghubungi beliau-beliau adalah untuk secara langsung mengucapkan selamat atas capaian mereka berdua," ucap Agus.

"Quick Count" JSI: Pilkada Bekasi, Saduddin-Ahmad Dhani Kalah dari Petahana

Lembaga survei dari Jaringan Survei Indonesia (JSI) menyatakan bahwa calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmadja, mengungguli empat pasangan calon lainnya dalam Pilkada Bekasi 2017.

Hasil quick count lembaga tersebut menunjukkan, pasangan nomor urut 5 ini memperoleh 42 persen suara.

Menurut survei JSI, pasangan Saduddin-Ahmad Dhani sementara memperoleh 25 persen suara, pasangan independen Obon Tabroni-Bambang Sumaryana dengan perolehan 15 persen. Kemudian Meliana Kartika Kadir-Abdul Kholik sebesar 9 persen dan pasangan Iin Farihin-KH Mahmud sebesar 6 persen.

Supervisor JSI, Adiyaksa Norman mengatakan, kemenangan Neneng berdasarkan sampling terhadap 230 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Adapun metode yang digunakan adalah sampling random atau sampel acak.

"Tingkat margin error atau kesalahannya plus minus 1 persen dalam penghitungan ini," kata Norman.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Bekasi, Idham Kholik, enggan mengomentari soal pernyataan sebuah hasil quick count yang menyatakan pasangan Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmadja mengungguli Pilkada Bekasi kali ini.

Menurut Idham, itu merupakan hak pasangan calon dan bukan menjadi tanggung jawabnya.

"Menggunakan quick count dari lembaga survei merupakan hak politik para calon sehingga kami tidak bisa melarangnya," kata Idham, Rabu (15/2/2017).

Meski demikian, Idham tidak memungkiri bahwa lembaga survei pada umumnya memiliki metodologi dalam mengumpulkan sebuah data.

Namun data yang dirilis mereka, lanjut Idham, merupakan tanggung jawab perusahaan tersebut.

"Kami KPUD tidak bisa bertanggung jawab terhadap hasil penghitungan cepat mereka," ungkapnya.

Hingga saat ini, lanjut Idham, lembaganya masih mengumpulkan formulir surat suara yang diisi oleh warga dari seluruh tempat pemungutan suara (TPS). Dia mencatat, ada 3.984 TPS yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.

"Surat suaranya belum terkumpul semua, sehingga kami belum bisa merilis. Termasuk jumlah partisipasi masyarakat di wilayah setempat, kami belum bisa merilisnya," ujar Idham.


Air mata pembawa acara dan penyanyi dangdut, Julia Perez alias Jupe, tumpah saat sedang menjelaskan penyebab ia gagal menggunakan hak suaranya dalam Pilkada DKI hari ini, Rabu (15/2/2017).

Gagal Mencoblos, Julia Perez Menangis
Untuk diketahui, karena sedang dirawat ia terpaksa harus mencoblos di TPS 15 yang bertempat di lobi gedung A, RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Jupe yang duduk di kursi roda dengan infus di tangan kanannya, terdiam dulu beberapa saat sambil menundukkan kepala, kemudian melanjutkan omongannya.

"Sedihnya tuh pas tadi saya telepon, ada yang bilang 'kenapa enggak urus dari kemarin-kemarin minta A5?'. Hah? Saya sakit, baru masuk. Mana saya tahu saya bakal masuk rumah sakit, ini kan dadakan," ujarnya di sela isakan tangisnya.

Sebagai informasi, Jupe harus menggunakan surat pindah memilih atau formulir A5 karena belum terdaftar sebelumnya di kelurahan TPS 15.

Berdasarkan aturan, A5 wajib diurus tiga hari sebelum Pilkada. Namun Jupe mengaku tak paham bahwa ia sebaga pemilih yang tak mencoblos di TPS domisilinya, harus mengurus surat A5.

"Saya baru tahu pakai surat A5, saya kan enggak tahu. Coba kalian berikan juga short education kepada warga yang sakit di rumah sakit. Nanti dibutuhkan surat pengantar, kan jadi kami paham. Kami tidak dapat pemahaman itu. Jadi saya kesel gitu," ujarnya.

"Saya kesel ketika saya dibilangin 'kenapa enggak diurus dari lama?'. Mana saya tahu saya bakal masuk rumah sakit lagi," kata Jupe dengan air mata yang terus berlinang.

Jupe sebenarnya sudah pulang pada Sabtu lalu usai dirawat 15 hari. Ia sudah senang bisa ikut menggunakan hak suaranya. Tetapi ternyata, keesokan harinya Jupe harus mendapat perawatan lagi.

"Ini semua dadakan. Saya harusnya diberikan pemberitahuan. Ada yang dateng kek, berikan kemudahan. Saya dibuat pusing dari jam tujuh pagi, saya pusing karena surat ini itu," kata Jupe.

"Kondisinya tidak memungkinkan urus itu sendiri. Saya salut dia pengin lakukan dengan maksimal. Dia mau menggunakan hak suara dengan gigih mempertahankan sampai dai detik terakhir, saya lihat sendiri tadi. Dia sampai sedih, kok enggak bisa, kan yang penting KTP kan," timpal penyanyi Yuni Shara yang kebetulan datang menjenguknya.


Penyanyi Mulan Jameela (37) gagal menggunakan hak pilihnya pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Rabu (15/2/2017).

Seharusnya, istri artis musik yang juga calon wakil bupati Bekasi Ahmad Dhani itu mencoblos di TPS 24 Pinang Mas, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Dhani mengatakan bahwa Mulan tidak bisa menggunakan hak pilihnya lantaran surat undangan untuk memberi suara atas namanya hilang di rumahnya.

Dhani mengatakan pula bahwa orang-orang di rumahnya sudah mencarinya.

"Mulan kartunya hilang," ujar Dhani seusai menggunakan hak pilihnya.

Sementara itu, dua putra tertua Dhani memilih. Mereka adalah Ahmad Al Ghazali dan El Jalaluddin Rumi.

Sementara itu, putra ketiga Dhani, Ahmad Abdul Qadir Jilani (16) atau Dul, belum mendapat hak pilih karena usianya belum mencapai 17 tahun.

Dhani menggunakan hak pillihnya pada 07.40 WIB ditemani oleh ibunya, Joyce Theresia Pamela Kohler, dan anak keduanya, El.

Mengenakan kemeja batik cokelat, Dhani memberi suaranya untuk pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Begitu pula dengan ibunya dan El. Dhani mengatakan bahwa keluarganya mendukung paslon nomor urut 3 tersebut.

"Kami sekeluarga Nomor 3. Mam, coblos nomor tiga juga kan?" tanya Dhani kepada ibunya

"Ya, coblos Nomor 3. Kalau Nomor 2 coblos di Bekasi ya," timpal ibu Dhani merujuk ke nomor urut paslon Sa'duddin-Ahmad Dhani dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2017. (pojok21.com)

0 Response to "Ahok Vs Anies Masuk Putaran Kedua, Sikap Kesatria Agus, dan Jupe yang Gagal Memilih"

Posting Komentar